Jumat, 19 Oktober 2012

Building by Funeral for A Friend


Shouldering the blame
Walking into frame
Like a lighted silhouette
Against a cotton sheet
Smothering the crease

Tin can in hand
Waiting for god to come around
But he never comes around
He never comes around

Quiet like a mouse
Building up your house
Just to tear it down
Leaving us the pieces
Do they ever fit?

Tin can in hand
Waiting for god to come around
But he never comes around
He never comes around
He never comes around


Sebuah lirik lagu lama berjudul Building dari salah satu band kesukaan saya, Funeral For a Friend. Pertama kali dengar waktu masih smp kelas 3 kayanya, paling terdampar lama dan sering diulang waktu dengerin album “memory and humanity” ya lagu iini, lagunya bentar bgt tapi pesannya dapet.
Pertama kali denger cukup dibuat sedih, padahal gatau arti liriknya (maklum smp) :)) dasyatnya musik emang ya gabisa bohong. Setelah googling bayangan saya tentang lagu ini bercerita orang yang terkena banyak masalah, dibayangi-bayangi kesalahan, membuat orang ini frustasi, hilang arah sampe-sampe judging bahwa Tuhan ga pernah turun untuk membantu, “He never comes around” cukup menjelaskan kalo dia kecewa dengan Tuhan. Berat juga ya kecewa sama sang pencipta dari segala pencipta. Mungkin kekecewaan ini penyebab kebanyakan orang memutuskan untuk suicide/bunuh diri. Memang tidak bisa dipungkiri kalo sudah menemukan persoalan yang buntu, merasa sendiri dan terpojok pasti kita akan menyalahkan Tuhan, padahal faktanya Tuhan itu selalu membantu, bahkan memberi yang terbaik. Jadi sejak tau liriknya saya ganti dikit liriknya jadi “He ever comes around, He always comes around” haha maaf om-om ffaf. Semoga saja lagu ini tidak menjadi backsound suicide kalian :)) naudzubillah mindzalik.
Penasaran? Get some and listen it!

Tidak ada komentar: